
Visi itu berbahaya, ia bisa menjadi harapan dan bisa juga jadi penghancur, dalam keadaan tanpa sadar kita lebih sering punya visi penghancur ketimbang visi harapan
Seorang ibu berkata "Dasar anak nakal! susah diatur! belajar nggak bisa-bisa! bantah sama orangtua! gede mau jadi apa!!!", ini model visi penghancur masa depan
Mungkin orangtua mengucap tanpa sadar, tapi itu tetap didengarkan oleh anak, masuk kedalam benaknya, diingat olehnya, dan lebih penting lagi, itu jadi doa
Muhamamd Al-Fatih, pembebas Konstantinopel,
Kolaborasi orangtua dan ulama, menanamkan sejarah dan bahasa, serta mental ksatria lewat kisah-kisah heroik Rasulullah dan para sahabat, itu yang membangun Muhammad Al-Fatih
Rasulullah pun mengajarkan saat perang Khandaq, saat kekurangan makanan dan bala bantuan, juga kekurangan jiwa, yang Rasul beri bukan apapun selain harapan, visi yang matang
Nabi bersabda "Kota Konstantinopel akan dibebaskan oleh kalian, sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya, sebaik-baik pasukan adalah pasukannya", itu visi yang jelas
Dan visi itu, disampaikan Rasulullah saat peperangan yang sangat mencekam dan mendera jiwa, saat situasi sedang sulit-sulitnya,
Bagaimana dengan kita? Visi mana yang hendak kita pilih dalam kehidupan kita kedepan? Visi penghancur, atau visi harapan yang telah digariskan oleh Rasul?
0 Response to "Visi itu berbahaya,"
Post a Comment